Kasus pneumonia misterius meningkat, Tiongkok mendesak pemerintah daerah untuk menambah jumlah klinik



Kementerian Kesehatan Tiongkok pada Minggu (26/11) melihat perkembangan tersebut dan mendesak pemerintah setempat untuk menambah jumlah fasilitas medis untuk menangani jumlah pasien yang terus meningkat.

“Upaya harus dilakukan untuk meningkatkan jumlah klinik dan area perawatan terkait, memperpanjang jam operasional secara tepat, dan memperkuat jaminan pasokan obat,” kata juru bicara Komisi Kesehatan Nasional Mi Feng pada konferensi pers. Reuters.





Selain manipulasi, Mi menilai perlu banyak upaya untuk menekan penyebaran virus agar bencana seperti pandemi Covid-19 tidak terulang kembali.

“Penting untuk melakukan upaya yang baik dalam mencegah dan mengendalikan wabah di tempat-tempat ramai seperti sekolah, fasilitas penitipan anak, dan panti jompo, serta mengurangi arus orang dan kunjungan,” jelasnya.

Dewan Negara Tiongkok mengatakan pada hari Jumat (24 November) bahwa penyebaran virus yang menyebabkan sesak napas akan mencapai puncaknya pada musim dingin dan musim semi ini.

“Semua wilayah harus memperkuat pelaporan informasi penyakit menular untuk memastikan bahwa informasi dilaporkan secara tepat waktu dan akurat,” kata dewan negara bagian dalam sebuah pernyataan.

Pada Kamis (23 November), WHO mengumumkan jumlah kasus pneumonia yang tidak terdiagnosis pada anak meningkat sejak bulan lalu.

Lonjakan tersebut diduga disebabkan oleh peredaran patogen yang diketahui seperti mycoplasma pneumoniae, infeksi bakteri umum yang biasanya menyerang anak-anak.

Namun, menurut laporan Tiongkok, jumlah kasus baru-baru ini terkait dengan pencabutan pembatasan Covid-19 sejak Oktober lalu.

Temukan berita terkini tepercaya dari kantor berita politik RMOL di berita Google.
Mohon mengikuti klik pada bintang.

READ  Partai anti Islam menang di parlemen, umat Islam Belanda kecewa



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *